KASIH KARUNIA
Bacaan :1 Petrus 2:18-25
Nats :Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.(1 Petrus 2:19)
Banyak orang merasa dan memahami bahwa kasih karunia Tuhan adalah berkat yang membuat nyaman. Kasih karunia Tuhan dikaitkan dengan keberuntungan atau mendapat sesuatu yang menyenangkan bagaikan dapat hadiah.
Oleh sebab itu mungkin terasa "asing dan aneh" dengan apa yang dikatakan Rasul Petrus bahwa adalah kasih karunia jika kita menderita sesuatu yang seharusnya tidak kita tanggung.
Penderitaan kerap diartikan sebagai akibat adanya sesuatu yang tidak benar atau keburukan yang telah dilakukan. Ada benarnya juga. Akan tetapi tidak selalu seperti itu mengacu kepada ayat di atas. Ada saatnya penderitaan sebagai sesuatu yang diijinkan Allah untuk kita alami dan itu bukan karena akibat dari sesuatu yang salah yang telah dilakukan.
Bagaimana caranya supaya kita dimampukan menerima atau merelakan diri menderita padahal itu bukan karena kesalahan kita?
Untuk itu kita perlu keyakinan akan kuasa, dan otoritas serta kehendak Allah atas hidup kita. Bahwa kita adalah milik-Nya. Karena itu sesungguhnya Allah bebas melakukan apa saja kepada kita apa yang Dia mau lakukan.
Berilah ruang kebebasan kepada Allah untuk melakukan segala hal kepada kita. Maksud dari semua itu adalah untuk "mendewasakan sikap dan iman kita"untuk mendapat kesempatan dibentuk Allah.
Percaya dan yakinlah bahwa Allah merancang dan merencanakan apa yang terbaik bagi kita. Allah tidak akan pernah merancangkan hal buruk kepada anak-anak-Nya.
Ada saat-saat dimana Allah memberikan makanan keras sebagai proses didikan agar kita menjadi tangguh dan handal dalam iman. Maksud dari semua itu adalah agar kita semakin mengenal Dia dari "semua sisi" secara sempurna dan lengkap. Kita semakin berharap dan bergantung kepada Dia. Agar dalam semua situasi kita kuat dan mampu dengan tulus tetap memuji DIA.
Jika kita berpikir seperti itu, maka berbahagialah kita. Itulah yang dikatakan Rasul Paulus bahwa adalah "kasih karunia apabila kita menanggung derita padahal seharusnya hal itu tidak kita tanggung."(ayat 19)
Salam KG