Motivasi & Inspirasi

KAYA DIHADAPAN ALLAH

Tanggal : Senin, 19 Oktober 2026 , 1



*KAYA DIHADAPAN ALLAH*


Bacaan :Lukas 12:16-21

Nats :"Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."(Lukas 12:21)


Setelah Pendeta menyampaikan khotbah dengan tema ayat-ayat di atas,seorang jemaat mendatangi Pendeta dan berkata, _"Pak Pendeta, lain waktu tak usahlah mengkhotbahkan topik itu. Sebetulnya berapa uang yang Pak Pendeta perlu?. Saya akan berikan, asal Pak Pendeta jangan lagi  singgung topik itu._


Boleh jadi bahwa orang yang merasa bahwa kekayaan dan harta sebagai jaminan hidupnya, ayat-ayat tersebut merasa tidak nyaman untuk dibaca apalagi dikhotbahkan.


Kita setuju dan sepakat bahwa memiliki harta dan kekayaan perlu dan penting. Menyimpan uang di bank dalam bentuk deposito,atau dalam bentuk lain sangatlah baik,itu tindakan bijak. 


Memiliki asset yang banyak sangat baik. Kita perlu menjaga keamanan harta kita dan perlu membuatnya berkembang serta lebih bernilai di kemudian hari.Tetapi harus waspada agar jangan sampai merasa bahwa *jaminan hidup ada di harta kita* Semua itu hanyalah fasilitas hidup dan hanya berlaku di bumi ini dalam waktu yang singkat.


Hidup kita adalah kepunyaan dan milik Allah.Sebab itu kita diingatkan untuk memahami dengan tepat dan benar tentang harta benda.Tragis sekali orang yang kaya raya dijuluki Tuhan dengan *orang bodoh*(ayat 20) jangan sampai Allah menyapa kita dengan kata seperti itu.


Jiwa raga dan nyawa kita kapan saja bisa diambil Allah,pada saat itu harta tidak mampu menghalangi dan menyelamatkan ataupun menunda waktunya. Harta tidak mampu memperpanjang usia bila Allah berkata kepada seseorang, _"Sudah cukup! Waktu hidupmu di bumi sampai di sini saja. Sekarang saatnya kamu kembali!"_ Apa yang mau kita katakan? Kitapun tidak tahu kapan itu terjadi atas diri kita,tapi hal itu pasti terjadi. 


Uang,harta dan sukses pastilah kita butuh dan itulah salah satu alasan mengapa kita bekerja dan berusaha dengan gigih. 


Jadi, bekerjalah dengan serius untuk suatu upah, penghasilan, dan rejeki. Hanya saja jangan sampai lupa untuk tetap  *kaya dihadapan Allah* (ayat 21) dengan selalu dekat  Tuhan yang  membuat kita kuat, teguh, tenang, dan damai. 


_"Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku._

_Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah"_ (Mazmur 62:1-2).


Kiranya Tuhan mencukupkan apa yang kita butuhkan dan  melimpahkan kasih setia-Nya kepada kita.


Salam KG


Bagikan :